Siaran Pers / Peringatan Publik

Badan POM Mengawal Distribusi Vaksin COVID-19 Saat Pandemi

23 Februari 2021 16:00 WIB Dilihat 520 Kali Kerjasama dan Humas

SIARAN PERS

 

Badan POM Mengawal

Distribusi Vaksin COVID-19 Saat Pandemi

 

 

Surabaya – Dalam mengawal proses distribusi vaksin COVID-19 selama pelaksanaan Program Nasional Vaksinasi COVID-19, Badan POM terus melakukan pemeriksaan Kesiapan Distribusi Vaksin ke Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM di seluruh Indonesia. Badan POM melakukan bimbingan dan pendampingan secara terus-menerus dalam pemenuhan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) di sepanjang jalur distribusi, serta melakukan peningkatan kompetensi kepada petugas pengelola IFP. Hal ini merupakan komitmen Badan POM untuk proaktif memperkuat proses pengawalan distribusi vaksin.

 

Selasa (23/02), Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito melakukan pemantauan distribusi vaksin COVID-19 ke Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) Provinsi Jawa Timur dan Instalasi Farmasi Kabupaten Sidoarjo untuk melihat sejauh mana pengelolaan distribusi, penyimpanan, dan penggunaan vaksin COVID-19 sesuai dengan CDOB untuk menjaga mutu vaksin sepanjang rantai distribusi.  Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kunjungan Kepala Badan POM dalam rangka pemantauan distribusi vaksin COVID-19 ke sarana distribusi vaksin COVID-19, setelah pada 29 Januari lalu kunjungan dilakukan ke sarana di Provinsi Jawa Barat. Lebih lanjut, pada kesempatan ini Kepala Badan POM juga meninjau dan melakukan pemantauan hingga ke salah satu Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo.

 

“Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran sangat vital sebagai titik penyuntikan vaksin kepada masyarakat. Hingga di titik akhir ini, saat vaksin sampai ke masyarakat, mutu vaksin harus tetap terjaga dengan baik,” ungkap Kepala Badan POM di sela-sela pemantauan distribusi vaksin COVID-19.

 

Kepala Badan POM berharap setiap IFP Provinsi, IFP Kabupaten/ Kota, hingga Puskesmas selalu menjaga mutu vaksin dengan senantiasa memitigasi potensi risiko adanya penurunan mutu selama proses penyimpanan dan distribusinya. Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan standar, maka perlu segera dilakukan perbaikan dalam pengelolaan vaksin.

 

Program Nasional Vaksinasi COVID-19 saat ini menjadi salah satu ikthiar dari Pemerintah untuk dapat segera membebaskan Indonesia dari penjara Pandemi COVID-19. Sebanyak lebih kurang 3 juta dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan pada tahap pertama ke seluruh provinsi. Dalam hal ini, Badan POM memiliki mandat untuk mengawal distribusi vaksin COVID-19 agar tetap terjaga keamanan, mutu, dan khasiatnya.

 

Distribusi dilakukan oleh PT. Bio Farma ke Instalasi Farmasi Pemerintah Provinsi (IFP Provinsi), yang selanjutnya akan didistribusikan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan melalui Instalasi Farmasi Pemerintah Kabupaten/ Kota (IFP Kabupaten/Kota). Dalam proses pendistribusian, Badan POM mengawal penuh penerapan CDOB yang dilakukan di setiap titik rantai distribusi.

 

Lima poin utama yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan vaksin guna menjaga mutu, keamanan, dan khasiat vaksin sesuai CDOB yaitu terkait dengan (1) Personel dan pelatihan terhadap personel pengelola vaksin, (2) Bangunan dan fasilitas sesuai dengan persyaratan rantai dingin (cold chain), (3) Operasional penerimaan, penyimpanan dan pengiriman vaksin sesuai SOP, (4) Program pemeliharaan sarana dan prasarana, serta (5) Kalibrasi, kualifikasi dan validasi untuk memastikan suhu pengiriman memenuhi persyaratan.

 

Dari lima poin utama dalam pengelolaan vaksin tersebut, hal yang paling kritikal yaitu sarana dan prasarana, mengingat vaksin adalah produk rantai dingin yang harus dipertahankan mutunya pada suhu yang dipersyaratkan. Vaksin COVID-19 memiliki sifat thermolabile, yang membutuhkan penjagaan rantai dingin yaitu suhu 20-80C. Oleh karena itu, penjagaan suhu penyimpanan dan pengiriman vaksin COVID-19 sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penurunan mutu vaksin yang mengakibatkan vaksin menjadi tidak bermanfaat.

 

Kepala Badan POM berpesan bahwa dengan pengelolaan vaksin yang baik akan menjaga kualitas, keamanan dan manfaat/efikasi sehingga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19, sehingga masyarakat akan ikut serta berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Program Nasional Vaksinasi COVID-19. Untuk mendorong hal tersebut berjalan dengan lancar, Badan POM siap untuk terus mengawal distribusi vaksin di seluruh pelosok Indonesia.

______________________________________________________________________________________________________________

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @bpom_ri, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.