Berita Aktual

Badan POM Perkuat Kerja Sama Pengawasan Pangan Dengan Timor-Leste

2 Desember 2021 14:46 WIB Dilihat 62 Kali Kerjasama dan Humas

Kupang – Badan POM terus berperan aktif dalam program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) ke negara-negara mitra strategis Indonesia, salah satunya Timor-Leste. Untuk semakin memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Timor-Leste, Badan POM melaksanakan "Workshop Pengujian Pangan dalam Rangka Dukungan Badan POM untuk Penguatan Pengawasan Pangan di Timor-Leste" selama lima hari, 29 November - 3 Desember 2021.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Noorman Effendi, serta dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bernadetha M. Usboko; Kepala Pusat Pengembangan dan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), Muhammad Kashuri; Kepala Bidang Departemen Meteorologi, Idilia Purificatio de Jesus dos Santos; dan Kepala Balai POM di Kupang, Tamran Ismail; serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Timor Leste, Anti.

"Badan POM memandang penting program KSS untuk Timor-Leste dan kami sangat senang dapat melanjutkan program KSS ini guna membantu peningkatan kapasitas pengawasan obat dan makanan oleh regulator di Timor-Leste," ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat mengawali sambutannya.

KSS merupakan Program Prioritas Nasional Pemerintah Indonesia guna meningkatkan kemitraan dan hubungan baik dengan negara-negara sahabat, khususnya negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Sejak tahun 2018, Badan POM telah rutin memberikan bantuan teknis pelatihan untuk mendukung sistem pengawasan pangan olahan di Timor-Leste.

"Sayangnya, pandemi yang tengah mewabah di tahun 2020 menyebabkan pelaksanaan KSS Badan POM untuk Timor-Leste tertunda, sehingga penyelenggaraan KSS tahun 2021 ini menjadi momentum untuk meneruskan kembali upaya Badan POM melanjutkan dukungan dan kerja sama dengan Timor-Leste sebagai salah satu negara mitra strategis Indonesia," tambah Noorman.

Program KSS dalam bentuk Workshop di Timor-Leste kali ini dihadiri oleh para pengawas pangan dari Instituto para a Qualidade de Timor-Leste, Instituto Publico (IQTL, I.P.). Kegiatan ini sekaligus menjawab kebutuhan dari pihak IQTL I.P. Timor-Leste untuk dapat melakukan pengujian dan analisis laboratorium terhadap garam lokal untuk kebutuhan pasar Timor-Leste. Mengingat adanya keterbatasan sarana dan prasarana pengujian laboratorium setempat untuk melakukan pengujian tersebut.

Badan POM melalui kerangka KSS menyatakan kesediaan untuk mengawal pelaksanaan pengujian dan merekomendasikan pengujian garam lokal dari Timor-Leste dapat dilakukan di Balai POM di Kupang. Dengan pertimbangan bahwa Laboratorium Balai POM di Kupang merupakan laboratorium terdekat dari Timor-Leste. Selain itu, parameter uji garam yang dibutuhkan, meliputi rasa, bau, warna, serta kadar NaCl, air (H2O), dan Iodium merupakan parameter uji yang telah menjadi ruang lingkup Pengujian Laboratorium Balai POM di Kupang.

Oleh karena itu, kegiatan kali ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara substansi bagi IQTL maupun secara umum dalam mendukung peningkatan kemitraan dan persahabatan Indonesia dan Timor-Leste.

"Selama lima hari ke depan, rekan-rekan dari IQTL akan mendapat pelatihan terkait Cara Berlaboratorium yang Baik, teknik pengambilan sampel, serta fortifikasi pangan khususnya garam, termasuk metode-metode yang digunakan dalam pengujian garam, sebagai respons terhadap isu pengawasan garam lokal yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Timor-Leste," tutup Noorman. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat.