Berita Aktual

Diseminasi Informasi dan Koordinasi Lintas Sektor dalam upaya Peningkatan Awarness serta pengendalian AMR

2 Desember 2021 10:11 WIB Dilihat 79 Kali Balai Besar/Balai POM » Loka POM di Kabupaten Banggai

Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan yang dapat mengancam manusia karena berkurangnya kemampuan antimikroba untuk membunuh atau menghambat perkembangan mikroba seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit penyebab penyakit. Badan POM terus melakukan pengawalan untuk mendukung program pengendalian AMR. Sesuai dengan Peta Jalan Rencana Aksi Pengendalian AMR di lingkungan Badan POM, UPT Badan POM memiliki peran diantaranya meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap AMR kepada tenaga kesehatan dan pelaku usaha di sarana distribusi dan pelayanan kefarmasian, serta peningkatan koordinasi lintas sektor utamanya kepada Pemerintah Daerah dan Organisasi Profesi.

Seperti yang dilaksanakan oleh Kantor Badan POM di Kab. Banggai bersama Pemerintah Kab. Banggai serta beberapa Organisasi profesi sektor kesehatan seperti, IDI, IAI, IBI dan FAFI tanggal 30 November 2021 di Hotel Santika, Luwuk-Banggai dengan tema “Peningkatan Awareness dan Koordinasi Lintas Sektor Terkait Upaya Pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR)”.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten 1 Pemerintah Kab. Banggai, Dr. NHD Gunawan. M.Kes. Dalam sambutanya beliau menyampaikan perlu adanya rencana aksi peningkatan koordinasi lintas sektor utamanya kepada Pemerintah Daerah dan Organisasi Profesi terkait untuk mendukung program pengendalian AMR.

Pada kesempatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Banggai, Dr. dr. H. Anang S. Otoluwa, M.P.P.M yang menyampaikan materi tentang Upaya Pengendalian Resistensi Antimikroba di Kab. Banggai dan Ketua IDI Kab. Banggai dr. Ernita Kamindang, Sp.PD yang menyampaikan materi tentang Lawan Resistensi Antimikroba dengan Penggunaan Antibiotik yang Tepat. Sedangkan Kepala Kantor Badan POM di Kab. Banggai Drs. Darman, Apt. M.P.P.M., menyampaikan Kebijakan Pengawasan Peredaran Antimikroba di Sarana Pelayanan Kefarmasian. Dalam pemaparanya, Kepala Kantor Badan POM di Kab. Banggai menyampaikan hasil pengawasan sarana pelayanan kefarmasian terkait pengelolaan antibiotika di wilayah pengawasan, dari 9 Apotek yang diperiksa sebanyak 6 Apotek masih melakukan penyerahan antibiotik oral tanpa resep dokter sehingga sangat diperlukan peningkatan kesadaran bagi pihak-pihak terkait. Sebanyak 40 peserta yang berasal dari beberapa organisasi profesi tersebut sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran (awareness) akan bahaya AMR dan selalu mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di dalam pengelolaan obat khususnya antibiotika dalam mendukung upaya pengendalian AMR.