Berita Aktual

Hari Sumpah Pemuda, Momentum Persatuan Bangsa Untuk Bangkit Melawan Pandemi

28 Oktober 2021 20:00 WIB Dilihat 2196 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta - Masih dalam kondisi pandemi COVID-19, di tengah perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, tidak membuat Bangsa Indonesia kehilangan semangat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kamis (28/10), Bangsa Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar rangkaian Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-93.

Acara yang dilaksanakan secara daring dan luring tersebut diawali dengan mendengarkan pidato dari Presiden RI, Joko Widodo. Turut dihadiri pula oleh para menteri, pimpinan lembaga negara/instansi pusat dan daerah, serta para pimpinan organisasi bidang kepemudaan, mahasiswa, dan pelajar di seluruh Indonesia. Demikian pula dengan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito beserta jajaran yang mengikuti puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-93 secara daring. 

Dalam pidatonya, Presiden RI menyampaikan bahwa dalam peristiwa 93 tahun lalu, para pemuda berikrar untuk Indonesia yang satu. Bukan karena keseragaman, melainkan karena keberagaman. Bukan karena budaya yang sama, namun karena adanya tekad yang sama. Suku, bahasa, warna kulit, bahkan agama yang berbeda bukan halangan untuk membangun Satu Indonesia.

“Kini zaman telah beralih dari serba analog ke serba digital. Kini pemuda mempunyai peran sentral dalam menemukan cara-cara baru yang inovatif dan merebut peluang di era digital”, lanjut Joko Widodo.

Pemuda adalah pemimpin perubahan di era digital yang harusnya tidak dibatasi oleh usia karena usia bukan merupakan batasan dan jaminan untuk kita dapat membekali diri dan mengadopsi cara-cara dan hal baru dalam hal berpikir dan bekerja. “Kita harus tetap muda”, tegas Joko Widodo lagi.

Senada dengan pidato Presiden RI, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali juga menyampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda harus mampu menjadi perekat persatuan kita sebagai bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi.  Juga untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda. Persatuan pemuda di masa sekarang juga menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia hari ini dan tetap eksisnya bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Dengan persatuan, kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Tema Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh ini sesungguhnya diperuntukan kepada seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi penting karena di tangan pemuda lah kita berharap Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-93. Ayo kita Bersatu Bangkit dan Tumbuh bersama untuk Indonesia Maju”, pungkas Joko Widodo mengakhiri pidatonya. (HM-Rahman)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat