Berita Aktual

Selamatkan Generasi NTB, BBPOM di Mataram Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Obat Ilegal

29 Juni 2021 11:21 WIB Dilihat 405 Kali Balai Besar/Balai POM » Mataram

Mataram – Selasa (29/06/2021), sebanyak 10.000 butir tablet Obat-Obat Tertentu (OOT) berupa tablet Trihexypenidil (THP) berhasil disita oleh Balai Besar POM di Mataram dalam Operasi Pemberantasan obat illegal dan penyalahgunaan obat yang dilakukan oleh Balai Besar POM di Mataram bekerja sama dengan Ditreskrimsus Polda NTB yang dilaksanakan pada 29 Juni 2021 di depan salah satu Ekspedisi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Nilai ekonomi diperkirakan  Rp.125,000.000,-. Hasil temuan ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar POM di Mataram, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt., kepada rekan-rekan media online dan cetak dalam Press Release bertempat di depan Aula Kantor Balai Besar POM di Mataram.

“Sejak awal Januari 2021 sudah 10 perkara peredaran obat illegal jenis tramadol, trihexyphenidil dan dextromethorphan yang diproses hukum oleh Penyidik BBOM di Mataram, lokusnya di Kabupaten Lombok Timur, Kota Mataram, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Lombok Barat. Obat-Obat Tertentu (OOT) tanpa ijin edar ini akan berakibat kepada kualitas manusia Indonesia apabila disalahgunakan, obat ini dikonsumsi oleh remaja hingga anak-anak. Obat-Obatan tersebut kerap digunakan oleh banyak pelaku tindak pidana sebelum melakukan kejahatan. Perkelahian, kecelakaan lalu lintas, mereka mengaku menggunakan obat illegal. Hal ini tentunya akan berdampak buruk pada generasi penerus di masa mendatang. Karenanya masalah tersebut perlu mendapat perhatian kita bersama termasuk teman-teman media” Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt.,

Adanya temuan produk ini mengindikasikan bahwa supply dan demand terhadap obat-obat ilegal yang sering disalahgunakan masih tinggi. Hal ini disebabkan karena mudahnya akses pembelian (secara online) menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat karena segi kepraktisannya. Disisi lain, temuan ini juga mengindikasikan bahwa Balai Besar POM di Mataram dan Polda NTB secara terus menerus berkomitmen untuk memberantas peredaran produk obat dan makanan ilegal untuk melindungi masyarakat dari resiko obat dan makanan yang tidak aman di seluruh wilayan Nusa Tenggara Barat.

Terhadap kasus tersebut ditindaklanjuti secar pro justisia dan tersangka dikenakan Pasal 197 dan Pasal 196 UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun dan atau denda 1,5 milyar rupiah..

Balai Besar POM di Mataram menghimbau agar masyarakat cerdas dalam memilih produk obat dan makanan yang aman dan terjamin mutu dan kualitasnya dan selalu ingat Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar dam Kadaluarsa).

Cinta Indonesia, Tolak Penyalahgunaan Obat

BBPOM di Mataram