Berita Aktual

Perkuat Pengawalan Distribusi Vaksin COVID-19

29 Januari 2021 18:28 WIB Dilihat 1308 Kali Kerjasama dan Humas

Bandung – Setelah dilakukannya program vaksinasi COVID-19 yang dimulai dengan penyuntikan pertama pada 13 Januari lalu, Badan POM mengawal proses distribusi untuk menjaga keamanan dan mutunya, serta melakukan Monitoring Efek Samping Obat (MESO) pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Pengawalan tersebut merupakan salah satu tugas Badan POM dalam Program Nasional Vaksinasi COVID-19. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia, Badan POM proaktif memperkuat proses pengawasan distribusi vaksin di setiap jalur distribusi, dimana semua sarana distribusi harus menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

 

Mengawal proses distribusi dari hulu ke hilir, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito meninjau langsung kesiapan distribusi vaksin ke Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) di Bandung antara lain IFP Provinsi Jawa Barat, IFP Kabupaten Bandung dan Puskesmas Kutawaringin, Jumat (29/01).

 

“Pendataan oleh UPT Badan POM menunjukkan IFP Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan pengelolaan vaksin dengan baik sesuai dengan standar,” ungkap Kepala Badan POM saat mengunjungi lokasi pertama yaitu IFP Provinsi Jawa Barat yang berada di di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. IFP ini berlokasi di Komplek Bizzpark Blok A8 No 25, Kota Bandung.

 

Berdasarkan pratinjau UPT Badan POM, hasil pemantauan menunjukkan sudah sesuai dengan standar, sehingga IFP Provinsi Jawa Barat di Bandung telah siap menjaga mutu Vaksin COVID-19 yang dikelolanya.

 

Dari lokasi pertama, Kepala Badan POM selanjutnya bertolak ke IFP Kabupaten Bandung yang berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. IFP ini berlokasi di Komplek Pemda Pamekaran Soreang, Jl. Raya Soreang Km 17 Soreang, Kab Bandung. Pendataan oleh UPT Badan POM menunjukkan bahwa IFP Kabupaten Bandung telah melaksanakan pengelolaan vaksin dengan baik sesuai dengan standar.

 

Lokasi kunjungan ketiga berada di Puskesmas Kutawaringin yang berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung seperti IFP Kabupaten Bandung. Puskesmas ini berlokasi di Jl. Terusan Soreang - Cipatik No.189, Gajahmekar, Kutawaringin, Kab. Bandung.

 

“Puskesmas memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat sehingga memiliki peran kunci dalam mengedukasi masyarakat agar percaya pada pemerintah, mengikuti program vaksinasi, dan tetap menerapkan protokol Kesehatan 5M: Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Membatasi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan,” jelas Kepala Badan POM di lokasi ketiga kunjungan kerja.

 

Secara keseluruhan, dari pemeriksaan yang dilakukan Badan POM terkait kesiapan distribusi vaksin pada tiga lokasi IFP di Bandung menunjukkan tidak ada temuan kritikal/berat atau temuan yang berdampak langsung pada mutu vaksin. Perlu peningkatan secara konsisten terhadap operasional penerimaan, penyimpanan dan pengiriman khususnya dalam hal monitoring suhu lemari penyimpanan.

 

Kepala Badan POM berharap upaya peningkatan maupun tindakan koreksi jika terdapat ketidaksesuaian segera dilakukan guna memastikan distribusi dan pengelolaan vaksin yang berkualitas dalam menjamin mutu vaksin di peredaran. Dalam hal ini, UPT Badan POM di seluruh Indonesia siap melakukan pengawalan distribusi dan pengelolaan vaksin pada IFP Provinsi, Kota/Daerah maupun Puskesmas daerah serta memberikan pendampingan pemenuhan penerapan standar pelayanan kefarmasian.

 

Badan POM terus menjalin koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Daerah/Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah guna menyukseskan program Vaksinasi COVID-19. (HM- Devi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat