Berita Aktual

Penetapan Vitamin D 1000 IU sebagai Suplemen Kesehatan

24 September 2020 14:27 WIB Dilihat 557 Kali Kerjasama dan Humas

Jakarta – Vitamin D memiliki fungsi penting bagi tubuh. Vitamin D merupakan salah satu mikronutrien yang diperlukan oleh tubuh terutama dalam menghadapi kondisi risiko tinggi terjadinya penyakit infeksi seperti COVID-19, karena Vitamin D juga berperan pada sistem daya tahan tubuh (immune system).

 

Mengingat pentingnya fungsi tersebut, pada tahun 2020, Badan POM mengeluarkan Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.02.01.1.2.08.20.385 Tahun 2020 tentang Penetapan Vitamin D 1000 IU sebagai Suplemen Kesehatan. Hari ini, Kamis (24/09) digelar sosialisasi peraturan tersebut, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha, tenaga kesehatan, maupun petugas Badan POM terkait kebijakan Penetapan Vitamin D 1000 IU sebagai suplemen kesehatan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa dengan ditetapkannya Vitamin D 1000 IU sebagai suplemen kesehatan diharapkan pelaku usaha dapat mendaftarkan produk Vitamin D 1000 IU tersebut dengan tetap mengutamakan keamanan produk dan melakukan monitoring efek samping di peredaran. “Semua perlu dilakukan sebagai perlindungan terhadap konsumen,” ujar Kepala Badan POM dengan tegas.

 

Keputusan Kepala Badan POM tersebut mengatur label/penandaan produk yang bertujuan melindungi masyarakat agar dapat menggunakan vitamin D 1000 IU secara aman dan efektif. “Sebelum mengonsumsi, masyarakat perlu terlebih dahulu mengecek kadar darah dan konsultasi ke dokter untuk menentukan Vitamin D yang cocok untuk tubuh,” jelas Kepala Badan POM.

 

Adanya Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.02.01.1.2.08.20.385 Tahun 2020 tentang Penetapan Vitamin D 1000 IU sebagai Suplemen Kesehatan diharapkan dapat mendorong industri lokal untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar Vitamin D 1000 IU di dalam negeri. “Diharapkan masyarakat Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri atau membeli suplemen luar negeri tapi membeli produk dalam negeri,” pesan Kepala Badan POM.

 

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), Perwakilan Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu), Perwakilan Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI), Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), Perwakilan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan para Pelaku Usaha di Bidang Suplemen Kesehatan. Kepada para peserta kegiatan, Kepala Badan POM menyampaikan bahwa Badan POM selalu terbuka berdiskusi terhadap masukan pelaku usaha dalam mendukung perkembangan terhadap produk obat, obat tradisional dan suplemen kesehatan yang ada di Indonesia. (HM-Grace)

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan