Berita Aktual

Badan POM Raih Top 21 Inovasi Pelayanan Publik dalam Penanganan COVID-19 dari Kementerian PAN-RB

26 Agustus 2020 22:06 WIB Dilihat 816 Kali Humas & DSP

Jakarta – Badan POM adalah salah satu lembaga pemerintah yang terus berkomitmen dalam percepatan penanganan COVID-19. Baik secara langsung terkait dengan proses penanganannya seperti pengujian sampel COVID-19, maupun secara tidak langsung seperti berbagai pemberian materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara online dan melalui media sosial. Inovasi dan komitmen Badan POM dalam penanganan COVID-19 ini mendapat apresiasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB (Kementerian PAN-RB), dan masuk ke dalam Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan COVID-19 yang diumumkan oleh Deputi Bidang Penelitian Publik Kementerian PAN-RB, Diah Natalisa melalui live streaming Youtube hari ini, Rabu (26/08).

 

Tak hanya satu, bahkan dua inovasi Badan POM yang termasuk ke dalam daftar inovasi tersebut. Pertama adalah pemanfaatan minuman keras cap tikus sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer. Kedua adalah pengujian spesimen COVID-19 di Laboratorium Biohazard Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional.

 

Menurut Diah Natalisa, penilaian inovasi ini adalah bentuk apresiasi terhadap inovator yang telah melakukan inovasi dan menyebarluaskan praktik baik inovasi tersebut agar menjadi inspirasi bagi yang lain. Sekaligus menjawab panggilan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) kepada inovator di seluruh dunia untuk memperlihatkan praktik inovatif dalam penanganan COVID-19.

 

Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang menegaskan agar setiap instansi Pemerintah terus mengupayakan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat selama masa pandemi ini. Tidak hanya menjalankan pelayanan yang biasa dilakukan (business as usual), melainkan juga memberikan terobosan yang dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. Terutama yang terkait dengan penanganan COVID-19.

 

Penghimpunan inovasi ini bertujuan untuk mendapat basis data inovasi penanganan COVID-19, sehingga bisa menjadi pembelajaran dan sarana berbagi pengetahuan pada level nasional maupun internasional.

 

Penghimpunan inovasi telah dilakukan sejak dua bulan lalu melalui dua cara, yaitu pencarian melalui media sosial dan dengan mengumumkan kepada instansi pemerintah, lembaga masyarakat, dan perorangan untuk mendaftarkan inovasinya melalui aplikasi Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Nasional (JIPPNAS). Kategori dalam apresiasi ini dibagi menjadi tiga, yakni cepat tanggap, pengetahuan publik, dan ketangguhan massal.

 

Hingga 30 Juni 2020, sebanyak 1.635 inovasi berhasil dihimpun dari 7 klaster peserta, yaitu Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota, Perguruan Tinggi, Perusahaan Swasta, dan masyarakat sipil. Selanjutnya, inovasi tersebut melalui tahapan verifikasi dan penilaian dengan beberapa kriteria, yaitu memiliki kebaruan, bermanfaat, efektif, dan dapat ditransfer/direplikasi oleh pihak lain. Hingga akhirnya diperoleh top 3 inovasi dari masing-masing klaster.

 

Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Inovasi Pelayanan Publik Penanganan COVID-19 yang diketuai oleh Danang Girindrawardana (Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia) bersama Bambang Setiawan (Peneliti Utama Litbang Kompas) dan Ratri Wahyu Mulyani (Direktur Screening Indonesia). Pada 7 Agustus 2020, telah dilakukan serah terima berita acara hasil penilaian dari Tim Penilai Inovasi kepada Tim Pengarah Inovasi Pelayanan Publik Penanganan COVID-19.

 

Diah Natalisa menyebut bahwa apa yang sudah dilakukan melalui inovasi-inovasi ini sangat mulia dan luar biasa karena penanganan COVID-19 memang tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan berbagai inovasi ini, diharapkan dapat memacu seluruh pihak untuk terus berkontribusi dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 agar pandemi dapat segera berakhir. Dan sebagai tindak lanjut dari pengumuman hari ini, akan dilakukan penyerahan penghargaan secara langsung oleh Presiden RI kepada para inovator dari top 21 inovasi terpilih yang dijadwalkan dalam waktu sesegera mungkin. (HM-Herma)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan