Berita Aktual

World Immunization Week 2018: Protected Together, #VaccinesWork

25 April 2018 17:26 WIB Dilihat 980 Kali Unit Pusat » Dit Pengawasan Napza

Pada tahun ini World Immunization Week campaign diperingati pada tanggal 24 sampai dengan 30 April 2018, kampanye ini bertujuan untuk menegaskan kembali bahwa vaksinasi dapat melindungi seluruh lapisan masyarakat. Tema yang diangkat dalam kampanye ini adalah “Protected Together, #VaccinesWork”. Imunisasi dapat melindungi semua kelompok umur – dari bayi hingga lanjut usia – melawan penyakit, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah melalui pemberian vaksin.

World Immunization Week diperingati di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Badan POM sebagai leading sector dalam pengawasan obat dan makanan memastikan mutu, khasiat dan keamanan obat, termasuk vaksin agar dapat memberikan manfaat dalam rangka perlindungan masyarakat. Pengawasan Badan POM dimulai dari proses penilaian khasiat, keamanan dan mutu, pengawasan proses produksi sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), pengawasan distribusi sesuai dengan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) produk rantai dingin (cold chain product) hingga pengawasan keamanan post-market melalui aktivitas farmakovigilans.

Adapun 90% bahan baku obat masih impor. Pengadaan vaksin melalui proses impor menjadi fokus pengawasan Badan POM, sesuai dengan Peraturan Kepala Badan POM Nomor 30 tahun 2017 tentang Pemasukan Obat dan Makanan ke dalam Wilayah Indonesia. Mekanisme vaksin impor hanya dapat diedarkan setelah melalui tahapan sampling, pengujian laboratorium serta evaluasi seluruh data keamanan vaksin oleh Badan POM.

Dalam pengawasan pasca pemasaran, Badan POM melakukan evaluasi terhadap laporan dari tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan laporan keamanan vaksin lainnya dari Industri Farmasi. Badan POM terlibat dalam Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI untuk melakukan evaluasi terhadap setiap laporan dan data KIPI yang diterima terutama laporan KIPI serius atau yang menjadi perhatian masyarakat. Dalam melakukan aktivitas tersebut Badan POM bersama Komnas Pengkajian dan Penanggulangan KIPI senantiasa berkonsultasi dengan para pakar bidang kesehatan untuk membuat analisis dan rekomendasi tindak lanjut laporan KIPI.

Sesuai dengan etika farmakovigilans “Jika kita mengetahui sesuatu yang dapat membahayakan kesehatan orang lain yang tidak mengetahuinya, dan kita tidak memberitahukannya adalah tidak etis”, Badan POM mengajak seluruh tenaga kesehatan dan Industri Farmasi untuk melakukan pelaporan spontan efek samping obat termasuk KIPI secara daring yang dapat diakses melalui http://e-meso.pom.go.id. Laporan dari masyarakat dapat disampaikan melalui Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. Informasi yang disampaikan merupakan masukan yang berharga bagi Badan POM untuk dievaluasi lebih lanjut dalam rangka menjamin mutu, khasiat dan keamanan vaksin sebagai bentuk dukungan terhadap upaya perlindungan masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah melalui pemberian vaksin. “Protected Together, #VaccinesWork”

 

Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif