Lewat Gebyar SAPA Sekolah, BPOM Budayakan Sadar Keamanan Pangan Sejak Dini

29-06-2026 Dilihat 2517 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

SIARAN PERS

Nomor HM.01.1.06.26.179 Tanggal 29 Juni 2026

Tentang

Lewat Gebyar SAPA Sekolah, BPOM Budayakan Sadar Keamanan Pangan Sejak Dini

 

Jakarta – BPOM rangkul sekitar 1.150 orang yang hadir secara hybrid dari berbagai wilayah di Indonesia dalam peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day/WFSD) 2026 di Gedung Bhinneka Tunggal Ika BPOM, Senin (29/6/2026). Peringatan yang dikemas dalam rangkaian Gebyar Sadar Pangan Aman (SAPA) Sekolah tersebut dihadiri siswa dan perwakilan sekolah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA serta perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unit kerja di lingkungan BPOM, kader keamanan pangan, organisasi sosial/kemasyarakatan, organisasi profesi, organisasi keagamaan, dan sumber daya manusia kebudayaan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembudayaan keamanan pangan di sekolah merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Dalam masa bonus demografi, kita perlu memastikan setiap anak memperoleh pangan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Ketahanan pangan merupakan tantangan global yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga keamanan dan kualitasnya. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pangan yang terkontaminasi menyebabkan 1 dari 10 orang di dunia sakit setiap tahun dan mengakibatkan sekitar 420.000 kematian. Dari jumlah tersebut, 40% di antaranya adalah anak di bawah 5 tahun (balita).

Selain itu, permasalahan gizi juga masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi overweight dan obesitas pada anak usia 5–12 tahun mencapai 19,7%. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan pola konsumsi pangan yang dapat berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular sejak usia dini.

“Sekolah merupakan lingkungan strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman dan bergizi. Dalam masa bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045, perlu memastikan setiap anak memperoleh pangan yang aman dikonsumsi dan bergizi,” tegas Kepala BPOM Taruna Ikrar.

“Pembudayaan keamanan pangan di sekolah tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan pangan yang aman, tetapi juga melalui pembiasaan memilih pangan yang sehat, penerapan higiene dan sanitasi di kantin sekolah, serta integrasi materi keamanan pangan dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.” papar Taruna Ikrar.

Pada rangkaian kegiatan Gebyar SAPA Sekolah, Kepala BPOM bersama Menteri  Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pada Tingkat Pendidikan Dasar Dan Menengah. MoU ini merupakan bentuk penguatan kolaborasi dalam implementasi pembudayaan keamanan pangan di sekolah. Selain MoU, turut dilakukan peluncuran 4 inisiatif strategis, yaitu Pedoman Penyelenggaraan Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, Pedoman Edukasi Keamanan Pangan kepada Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pedoman Pelaksanaan Program Sadar Pangan Aman Berbasis Budaya, serta Gerakan Kampanye 1000 Kader Pangan Aman menggunakan Bahasa Daerah di seluruh Indonesia sebagai inovasi edukasi dengan pendekatan budaya lokal.

“Melalui pemanfaatan bahasa daerah, pesan-pesan keamanan pangan diharapkan lebih mudah dipahami, diterima, dan diterapkan oleh masyarakat sehingga dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih efektif,” ujar Taruna Ikrar.

Kampanye ini akan mengangkat 2 tema utama, yaitu "CEK KLIK: Lindungi Keluarga Setiap Hari" dan "Pangan Aman Keluarga Nyaman, CEK KLIK Jadi Andalan". Tema ini akan disebarluaskan melalui media sosial oleh kader keamanan pangan di seluruh Indonesia.

Selain peluncuran program dan inovasi, rangkaian Gebyar SAPA Sekolah akan diakhiri dengan Sosialisasi Pedoman dan Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan di Sekolah. Sesi ini akan menghadirkan narasumber dari BPOM dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta mendorong implementasi pembudayaan keamanan pangan sebagai bagian dari program Sekolah Sehat dan upaya pencegahan masalah keamanan pangan maupun penyakit tidak menular pada anak usia sekolah.

Melalui Gebyar SAPA Sekolah, BPOM senantiasa memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan budaya pangan aman yang berkelanjutan. Pembudayaan keamanan pangan di sekolah diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana