Berita Aktual

Sinergisme BPOM Pusat dan Balai Besar/Balai POM dalam Pengawasan Obat

3 Mei 2018 08:58 WIB Dilihat 321 Kali Hukmas

Bekasi – Pengawasan obat sebagai bagian integral pembangunan kesehatan di Indonesia senantiasa terus menghadapi lingkungan strategis yang sangat dinamis dan berubah cepat dengan tantangan dan permasalahan yang semakin komplek. Seiring dengan perkembangan IPTEK, globalisasi dan meningkatnya produk impor berimplikasi terhadap bervariasinya peredaran obat di Indonesia, efektivitas pengawasan obat perlu terus ditingkatkan. Untuk itu Rabu (2/5), Kedeputian Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif (Kedeputian I) BPOM menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (rakontek).

 

Rakontek yang mengusung tema “Penguatan Sinergisme Unit Pusat dan Balai Besar/Balai POM untuk Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Obat” dihadiri pejabat struktural dan PFM Madya di lingkungan Kedeputian I serta seluruh Kepala Balai Besar dan Balai POM. Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, Nurma Hidayati.

 

Rakontek yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan komprehensif, serta menetapkan rencana tindak lanjut dari permasalahan yang dihadapi dalam pengawasan obat.

 

Dalam paparannya, Nurma Hidayati menjelaskan bahwa rakontek diperlukan dalam rangka menyatukan pola pikir, menciptakan kesamaan pandangan dan sinergitas antara unit pusat dengan Balai Besar/Balai POM serta menjawab permasalahan dan kendala yang ada dalam pengawasan obat. Diharapkan dapat dirumuskan kebijakan yang tepat dan komprehensif, serta ditetapkan rencana tindak lanjut dari permasalahan yang dihadapi dalam pengawasan obat.

 

“Kami berharap rakontek ini dapat menjadi forum koordinasi antara pusat dan daerah terkait pengawasan obat. Dalam rakontek ini dibahas rencana tindak lanjut permasalahan pelaporan melalui Sistem Informasi Pelaporan Terpadu (SIPT) terkait hasil pengawasan distribusi dan pelayanan obat, narkotika, psikotropika dan prekursor, serta rencana tindak lanjut permasalahan terkait penetapan target pemeriksaan sarana dan sampling obat, narkotika, psikotropika dan prekursor”, ujar Nurma Hidayati. “Melalui rakontek ini juga diharapkan menjadi ajang sosialisasi dan pembahasan draft PerkaBPOM tentang Pedoman Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Obat,Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor serta sosialisasi PerkaBPOM tentang Pengawasan Pengelolaan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian dan Terlaksananya Sosialisasi Mandatory Sertifikasi CDOB”, lanjutnya.

 

“Dengan adanya rakontek ini diharapkan dapat dirumuskan kebijakan yang tepat dan komprehensif, serta ditetapkan rencana tindak lanjut dari permasalahan yang dihadapi dalam pengawasan obat”, tutup Nurma Hidayati. (HM-Rahman)

 

 

Biro Humas dan DSP