Berita Aktual

Pendidikan Bela Negara Gembleng Mental Pegawai

13 Februari 2018 13:00 WIB Dilihat 432 Kali Hukmas

Jakarta - 102 orang Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) BPOM RI Angkatan 2017 telah selesai mengikuti Pendidikan Dasar Bela Negara di Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat, Jakarta yang dilaksanakan pada 1-13 Februari 2018. Pendidikan bela negara ini bertujuan menggembleng mental pegawai dan menumbuhkan jiwa korsa dalam mengemban tugas negara, terutama pengawasan obat dan makanan.

Dalam pidato penutupan pendidikan bela negara, Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM RI, Emma Setyawati menyampaikan harapannya kepada CASN yang telah mengikuti pendidikan ini agar berkinerja dengan gigih untuk kepentingan masyarakat luas. Tanamkan rasa kebersamaan, kerja sama, kepemimpinan, moral, dan etika dalam bermasyarakat dan lingkungan kerja. "Buktikan BPOM hadir di setiap penjuru negeri," tegasnya.

Pendidikan bela negara yang dilaksanakan selama dua pekan ini telah membawa perubahan positif. Terlihat perubahan kedisiplinan dalam mengikuti materi di kelas dan latihan di luar. Peserta dilatih baris-berbaris, berkomunikasi menggunakan sandi, bahkan bertahan selama dua hari di hutan dengan perbekalan seadanya, hingga membongkar senjata laras panjang.

Latihan fisik menyusuri hutan yang hanya berbekal seutas tali dan kompas merupakan tahapan untuk menguji ketahanan dan kegigihan mereka di medan berat. Ini sangat penting untuk bekal dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan di wilayah terpencil. "Saudara tidak tergantung dengan kemudahan teknologi lagi saat penugasan di pelosok," ujar Emma.

Pengasahan daya ingat juga dilatih dengan berkomunikasi menggunakan sandi tertentu. Hal ini diperlukan untuk menguji mental dan integritas ASN dalam menjaga informasi yang bersifat rahasia. Banyak rahasia negara yang harus dijaga dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan, seperti data registrasi perusahaan, hasil laboratorium, dan hasil penyidikan kasus obat dan makanan. Kepentingan masyarakat luas harus dijaga untuk menghindari keresahan masyarakat.

Dalam melindungi masyarakat, BPOM RI harus melakukan pengawasan komprehensif mulai pre-market dan post-market. Tugas berat telah menanti karena saat ini BPOM RI tengah melakukan perkuatan kelembagaan yang diawali dengan perkuatan legal basis dan kelembagaan. Terlebih tahun ini Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan masuk Prolegnas 2018 yang akan segera dibahas bersama DPR RI.

"Kalian akan segera terjun ke dunia yang penuh tantangan. Bekerjalah sebaik-baiknya penuh rasa ikhlas, berinovasi, dan menantang diri sendiri. Teruslah berkarya di unit manapun anda di tempatkan. Dukung BPOM RI dengan kompetensi yg anda miliki," tutupnya. HM-Fathan

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat