Kepala BPOM Tegaskan Pejabat Baru Harus Jadi Teladan Integritas dan Profesionalisme

30-09-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 859 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Kepala BPOM melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrasi di lingkungan BPOM, Senin (29/9/2025). Secara rinci, sebanyak 22 orang dilantik ke dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, 13 orang dilantik ke dalam jabatan administrator, serta 21 orang dilantik ke dalam jabatan pengawas, baik di tingkat pusat maupun unit pelaksana teknis (UPT).

Kepala BPOM Taruna Ikrar, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya komitmen, integritas, dan profesionalisme bagi pejabat yang baru dilantik dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. “Pengucapan ikrar dan sumpah pelantikan merupakan bentuk komitmen dan janji untuk melaksanakan tugas mulia melayani bangsa dan negara. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat Indonesia dan Allah SWT,” tegas Taruna Ikrar.

Taruna mengurai makna sejati dari kepemimpinan yang harus diingat oleh para pejabat yang dilantik. “Penilai terakhir dari apa yang kita lakukan dalam jabatan ini adalah masyarakat luas. Berbuat baik saja belum tentu masyarakat bahagia,” ujarnya. 

Ia mencontohkan upaya percepatan BPOM dalam mempercepat proses evaluasi registrasi obat dari 120 hari kerja menjadi 90 hari kerja saja. Dengan upaya ini pun, BPOM masih dinilai lambat. BPOM berusaha adil kepada industri kosmetik, tetapi masih menerima kritikan dari influencer. BPOM juga sudah berusaha maksimal untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG), tetapi banyak pula kritikan dari berbagai pihak terkait upaya dukungan tersebut. 

“Namun, nikmatilah kritik tersebut. Itulah arti kepemimpinan sebenarnya, harus mengambil keputusan terbaik,” ujarnya lagi. 

Kepemimpinan yang baik dapat menjalankan sistem meritokrasi dalam organisasi. “Saya melibatkan pimpinan tinggi madya dalam melakukan seleksi Anda karena saya percaya pikiran lebih banyak orang lebih baik dari pikiran 1 orang dan prosesnya cukup panjang,” tuturnya. Lebih lanjut, Taruna menjelaskan organisasi itu ibarat menaiki tangga tahap demi tahap. “Insya Allah BPOM bisa membumikan semua visi yang akan kita jalankan,” tukasnya.

Dalam arahannya, Taruna Ikrar juga menegaskan arah dukungan penuh BPOM terhadap program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai arahan Presiden, BPOM diminta proaktif mengawal keamanan pangan MBG di seluruh Indonesia. 

“BPOM bersama unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia harus memastikan pengawasan MBG berjalan efektif dan kolaboratif dengan berbagai pihak demi mempersiapkan SDM menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Taruna.

Selain menuntut kecepatan dan kecermatan kerja, Taruna mengingatkan pejabat baru untuk menjaga integritas, menjauhi pelanggaran kode etik, serta menerapkan nilai BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). “Komitmen integritas harus diimplementasikan dalam keseharian. Pemimpin harus menjadi teladan dengan konsistensi antara pikiran, perkataan, dan tindakan,” pesannya.

Ia juga menekankan agar BPOM lebih terbuka kepada publik. “Image BPOM yang selama ini tertutup perlahan harus diubah. Pastikan peran BPOM makin terlihat dengan memanfaatkan media massa dan media sosial secara optimal,” imbuhnya. (HM-Khairul)

Lampiran Daftar Pejabat yang Dilantik di Lingkungan BPOM pada 29 September 2025

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana