Kepala BPOM: Sinergi Kampus, Industri, dan Pemerintah Kunci Hilirisasi Riset

04-07-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 652 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bogor - Riset dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi perlu dihilirisasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk obat dan makanan Indonesia. Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar saat memberikan kuliah umum di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Sabtu (4/7/2026).

“Kampus adalah tempat beradunya ide dan pemikiran, tempat hadirnya pembaruan,” ungkap Kepala BPOM.

Namun sayangnya, kampus memiliki keterbatasan dari segi anggaran dan fasilitas. Di sisi lain, industri memiliki kemampuan keuangan yang didukung dengan fasilitas canggih. Namun, memerlukan riset dan inovasi agar mampu terus berkembang dan berdaya saing.

Menurut Taruna Ikrar, karakteristik tersebut menjadi dasar pentingnya penguatan sinergi academia-business-government (ABG). Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah hadir sebagai penghubung yang menyiapkan regulasi, pendampingan, dan ekosistem yang memadai agar hasil riset dapat diimplementasikan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kolaborasi tersebut telah diwujudkan BPOM melalui kerja sama dengan sedikitnya 187 perguruan tinggi di Indonesia serta pendampingan terhadap 923 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program SAPA UMKM,” ungkap Kepala BPOM. Sinergi juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan hasil kolaborasi BPOM dengan IPB University.

Melalui program KKN Tematik tersebut, mahasiswa diharapkan berperan sebagai Kader Keamanan Pangan yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan serta praktik keamanan pangan di masyarakat. Dengan demikian, budaya pangan aman dapat tumbuh dan berkelanjutan hingga tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB Handian Purwangsa menjelaskan bahwa KKN Tematik Keamanan Pangan dirancang untuk menghasilkan sedikitnya 200 Kader Keamanan Pangan, memberikan edukasi kepada 200 komunitas desa, serta mendampingi 200 pelaku usaha pangan desa. Program tersebut juga ditargetkan memfasilitasi 100 industri rumah tangga pangan dalam memenuhi persyaratan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Menurut Handian, program tersebut merupakan bagian dari komitmen IPB University dalam meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional. Karena itu, berbagai program pengabdian masyarakat, termasuk KKN, terus diselaraskan dengan program prioritas pemerintah agar hasil riset dan inovasi kampus dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Kepada peserta KKN, Handian Purwangsa berpesan untuk mencari dan mengembangkan riset yang membawa manfaat untuk masyarakat. Dengan demikian, riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, melainkan mampu menghasilkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kuliah umum tersebut Sekretaris Utama BPOM Jayadi, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Elin Herlina, serta Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Mohamad Kashuri. Sementara ikut hadir dari IPB University Pelaksana Harian (Plh.) Rektor IPB University Heti Mulyati, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Deni Noviana, serta Wakil Kepala Bidang Pengembangan Agromaritim dan Science Technopark Tri Prartono. (HM-Nelly)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana