Deklarasi BPOM Kawal Maksimal Program MBG

05-12-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 1254 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Semarang - Bersamaan dengan kegiatan Rapat Evaluasi Nasional (REN) BPOM Tahun 2025, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar melakukan deklarasi dukungan terhadap pelaksanaan program prioritas Presiden RI dan Wakil Presiden RI, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada Kamis (4/12/2025), deklarasi ini direpresentasikan dengan melakukan penandatanganan prasasti laboratorium regional BPOM yang akan mengawal proses pengawasan dan pengujian laboratorium sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPOM menandatangani prasasti untuk 8 laboratorium regional, yaitu Laboratorium Regional Makassar, Laboratorium Regional Pekanbaru, Laboratorium Regional Medan, Laboratorium Regional Semarang, Laboratorium Regional Surabaya, Laboratorium Regional Samarinda, Laboratorium Regional Manado, dan Laboratorium Regional Jayapura. Dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen berupa Deklarasi Pengawalan dan Pengawasan Program MBG yang dilakukan oleh Kepala BPOM bersama dengan pimpinan tinggi madya, serta perwakilan beberapa pimpinan unit pelaksana teknis (UPT) BPOM.

Penandatanganan prasasti kedelapan laboratorium pada hari ini menegaskan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta dedikasi BPOM dalam menghadirkan pengawasan yang modern, cepat, dan andal. “BPOM menjadi salah satu lembaga yang ditunjuk untuk mengawal pelaksanaan program MBG. Kami berharap kehadiran laboratorium regional ini memberi manfaat besar bagi masyarakat, juga semakin memperkuat sistem jaringan laboratorium nasional, serta mendukung terwujudnya sistem pengawasan yang semakin modern dan tepercaya,” jelas Taruna Ikrar mengenai penandatanganan ini.

Lebih lanjut, Taruna memaparkan bahwa kehadiran laboratorium regional ini adalah sebagai langkah untuk memitigasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan MBG, misalnya keracunan pangan. Kehadiran unit pengujian regional dapat berperan dalam proses identifikasi masalah dan mendeteksi penyebab kejadian keracunan tersebut.

“Laboratorium regional ini akan bertanggung jawab di masing-masing region-nya sebagai sistem refer, jika terjadi sesuatu. Jadi, fungsinya adalah untuk sistem deteksi, mitigasi, dan pencegahan, termasuk untuk mengedukasi masyarakat secara luas,” papar Taruna Ikrar lagi.

Selain itu, di kesempatan yang sama, Kepala BPOM meluncurkan kehadiran mobil laboratorium keliling BPOM (mobling) yang juga akan difungsikan untuk menjalankan fungsi pengawasan dan pengawalan dan pengawasan untuk Program MBG. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, yang didampingi Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Elin Herlina; Staf Khusus Kepala BPOM RI Bidang Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan Nor Andi Arina Wati Arsyad; serta Kepala Balai Besar POM di Semarang Rustyawati, melakukan flag off yang menandai secara simbolis peluncuran mobling tersebut. 

Taruna menegaskan mobling ini dapat dipergunakan untuk mengawal MBG, salah satunya melalui pelayanan publik, seperti melakukan uji cepat kandungan bahan berbahaya (formalin, boraks, dan rhodamin B) serta memberikan hasil uji secara langsung dan wadah edukasi tentang pangan aman bagi pedagang/konsumen. Mobling juga dapat difungsikan sebagai sarana komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk pelaku usaha dan masyarakat.

“Keberadaan mobling ini dapat menjadi solusi yang konkret dan mobile untuk tetap mendapatkan pemeriksaan teknis agar pengawasan MBG berjalan maksimal dan program prioritas presiden dapat terselenggara dengan baik,” tukas Kepala BPOM.

Staf Khusus Kepala BPOM Nor Andi Arina Wati Arsyad turut memberikan pernyataan mengenai peran penting BPOM dalam memastikan keamanan mutu pangan MBG yang disajikan. Dalam hal ini meningkatan kualitas sumber daya manusia di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pembinaan dan edukasi dari BPOM.

“Harapannya, setiap SPPG mampu melakukan pengawasan seluruh rangkaian produksi hingga akhir, untuk mencegah keracunan pangan massal dan menjamin MBG memberikan gizi yang baik dan aman bagi penerima manfaat MBG,” tutur Arina. 

Rangkaian kegiatan hari ini merupakan wujud komitmen BPOM dalam meningkatkan kolaborasi dengan lintas sektoral di seluruh regional Indonesia dalam melakukan fungsi pengawalan dan pengawasan yang efektif pada program MBG. Ia menekankan kolaborasi ini menjadi kunci untuk dapat memberikan dukungan secara maksimal pada program prioritas pemerintah ini dengan memastikan makanan yang diterima penerima manfaat aman, bermutu, dan bergizi. 

“Deklarasi hari ini adalah bukti komitmen para jajaran BPOM dalam mendukung kebijakan Presiden RI demi mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Kepala BPOM. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana