BPOM Siap Berkolaborasi Sukseskan KITATANGGUH

13-08-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 703 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menghadiri Soft Launching Flagship KITATANGGUH yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta International Expo, Rabu (13/8/2025). Mengusung semangat wujudkan budaya tangguh bencana, program ini merupakan bagian dari upaya nyata Kemenko PMK untuk membangun kebijakan strategis penanggulangan bencana dan konflik sosial secara terpadu.

Saat menyampaikan laporannya, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Lilik Kurniawan menyebutkan KITATANGGUH adalah satu platform yang akan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan dari multipihak, baik kementerian/lembaga, private sector, akademisi, maupun media.

“[Program ini] lahir dari kebutuhan dan kepedulian bersama secara nyata pada kondisi penanggulangan bencana sehingga lebih inklusif, adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menekankan besarnya magnitude kerugian akibat bencana, baik yang ditanggung oleh pemerintah, masyarakat korban, dan/atau publik secara keseluruhan. Pratikno mengungkapkan berdasarkan data dari berbagai sumber resmi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan, total kerugian ekonomi akibat bencana alam di Indonesia tahun 2024 diperkirakan mencapai 665,1 triliun rupiah.

Lebih lanjut, Menko PMK menyebutkan selain kerugian langsung sebesar 17,9 triliun rupiah, Pemerintah Indonesia juga harus menanggung kerugian tidak langsung sebesar 551 triliun rupiah antara lain terkait dengan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), gangguan program pemerintah, transportasi dan perdagangan, serta produktivitas ekonomi.

“Hal ini bisa kita kurangi secara signifikan asalkan kita tangguh untuk mencegahnya,” tegas Pratikno. Karena itu, Kemenko PMK meluncurkan KITATANGGUH sebagai wadah kolaborasi multipihak, strategi inklusif, dan aksi nyata yang berkelanjutan untuk mencegah dan menanggulangi bencana di Indonesia.

Wujud kolaborasi tersebut ditunjukkan hari ini melalui pemukulan kentongan oleh Menko PMK dan jajaran perwakilan kementerian/lembaga yang hadir sebagai simbol peluncuran KITATANGGUH. Selain Menko PMK, tampak bersama melakukan simbolisasi peluncuran antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BPOM Taruna Ikrar, dan Direktur Utama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti.

Kehadiran Taruna Ikrar merupakan wujud dukungan BPOM terhadap KITATANGGUH. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengawasan obat dan makanan, BPOM memiliki peran penting dalam mendukung ketangguhan masyarakat di situasi darurat. Dalam konteks penanggulangan bencana, BPOM berperan memastikan ketersediaan dan keamanan produk sediaan farmasi dan pangan olahan yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga.

Kepala BPOM menegaskan pentingnya pengawasan distribusi produk kesehatan selama masa krisis. “Kami siap berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan produk yang beredar, terutama di wilayah terdampak bencana, aman dan memenuhi standar mutu,” ujar Taruna Ikrar.

Tak hanya pengawasan, BPOM juga mendorong edukasi publik agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan atau peredaran produk ilegal selama situasi darurat. Upaya ini dinilai sejalan dengan misi KITATANGGUH yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem ketahanan nasional yang responsif dan inklusif.

Peluncuran flagship KITATANGGUH menjadi simbol kolaborasi multisektor. Semua orang memiliki perannya masing-masing. Mari satukan langkah membangun budaya tangguh bencana demi Indonesia yang siap menghadapi setiap tantangan, mulai dari kita, keluarga, dan sekitar kita. (HM-Nelly)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana